Selasa, 03 April 2012

Langitku kembali menangis

Langit,,,,
Rupanya engkau masih terus saja menangis...
Kesedihan apakah yang sedang engkau rasakan?

Apakah engkau bersedih karena murka sang guntur?
Ataukah engkau menangis ketakutan karena kilat yang menari-nari?
Atau justru engkau menangis menatap kebawah
Pada makhluk-makhluk kerdil yang sangat miskin ilmu dan miskin moral?

Lalu...
Bagaimana kami bisa paham kesedihanmu...
Kalau engkau hanya bisa menangis dan merintih?
Bagaimana kami bisa tahu apa yang kau inginkan,
Kalau berucap saja engkau tak mampu?

Maafkan kami langit...
Kami tak sadar bahwa engkau berusaha menasehati kami,
Kami tak tau bahwa engkau sedang mengkhawatirkan kami
Bahwa engkau sedang mengasihani kami.

Langit,,,
Kami memang patut dikasihani...
Sebab kami hanyalah sebutir pasir dipinggir pantai,
Yang dengan bangga berbondong bondong
Mengclaim diri kami sebagai berlian

Sungguh engkau yang setiap detik memperhatikan kami, pasti tahu hal itu.

*Langit menangis menuliskan cerita lewat tetes-tetes air.

Bandung, 3 April 2012


1 komentar:

klanisya : merangkai kata mengatakan...

Langit, melalui tetes-tetesan air..
meLambangkan Keagungan_NYA..
Dia menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan..
demi kemakmuran semesta alam..

seLamat berkarya asma ku :)

Posting Komentar