Senin, 26 Agustus 2013

Sahabat di penghujung malam

Pukul 03.00 dini hari, alarm membangunkanku dari tidur yang lelap. Kusegerakan untuk bangun dan bergegas mengambil wudhu untuk bermunajat kepada sang Khalik. Dua rakaat tahajjudpun selesai. Subuhanallah betapa nikmatnya saat-saat seperti ini, ketika tarian kesunyian menyapa malam, orang-orang masih terjaga dalam tidurnya, seorang anak manusia terbangun dalam rasa kantuknya untuk bermunajat kepada Allah sang Maha Kuasa.

Sahabat, jadikanlah Allah dan tahajjudmu sebagai sahabat dipenghujung malam, disepertiga malam terakhir, sungguh betapa nikmatnya. Rasakan kedekatanmu dengan Sang Pencipta, curahkan segala apa yang menghimpit dihati, bahkan rasa yang enggan untuk kau ceritakan, mintalah segalanya kepada yang Maha Pemberi, sesungguhnya Allah berjanji disepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia, Barang siapa yang berdoa pada 1/3 malam terakhir maka Allah SWT akan mengabulkan doanya, memberikan apa yang dimintanya dan mengampuni dosanya.

Selasa, 09 Juli 2013

Kuhiasi ramadhanMu dengan ribuan kebaikan

Alhamdulillah,,,Alhamdulillah,,,Alhamdulillahirabbrilalamiin,,,Seneng bangeett,,,bangeet,,,,bangeeeeeeeeeeeet !!!!
:) Akhirnya kembali dipertemukan dengan bulan yang istimewa, bulan penuh cinta dan barokah. Marhaban Yaa Ramadhaan ^______________^

Subhanallah, Walhamdulillah..
Rasa syukur yang tiada terkira terlantun untukMu Rabbiku atas kesempatan yang istimewa ini, Engkau kembali merangkul hambaMu yang 'kaya' dosa ini untuk kembali memperbaiki diri, meraih keridhoanMu, meraih cintaMu insyaAllah. 

Hari ini, kembali kuazzamkan dalam benakku untuk menghiasi ramadhanMu dengan ribuan kebaikan. Bismillah, semoga Ramadhan 1434H ini menjadi Ramadhan terbaikku selama kurang lebih 22 tahun umur yang begitu luar biasa diberikan Allah kepadaku.

Kamis, 16 Mei 2013

Kado Sang Embun

Really Love it ^^
Untuk kawan terbaikku Si Embun Pagi..


Selamat Milad, selamat bertambah usia dan selamat berbahagia....^^

Dear...
Meski lisan tak sempat bertutur langsung, harum nafasmu tetap tercium hingga disini. Tanpa merasa detak jantungmu menyadarkanku bahwa detik ini merupakan detik bersejarah bagimu. Ijinkanlah aku mengucapkan segelintir doa serta harapan untukmu, Semoga Allah SWT senantiasa membersamaimu dalam setiap detik waktu kehidupan. Aamiin...

Kawan...
Nafas pagi ini merupakan anugrah untuk hidup yang penuh dengan barokah...
Beryukurlah untuk tiap-tiap hari yang diberikan Sang Khalik kepada kita. . .
selamat milad....semoga diberikan umur yang panjang serta penuh kebahagiaan....

picture from http://pririn44.wordpress.com/category/uncategorized/

Salam Pena :)

Jumat, 10 Mei 2013

Membeli Waktu [Tidak hanya kaum Ayah, tetapi Ibu juga]



Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Kamis, 09 Mei 2013

Jleb...


Hari ini tercengang sangaat melihat perkembangan hafalan qur'an adik-adik didikku di tpa istiqomah. Subhanallah...ternyata berkoar-koar selama ini juga ada hasilnya yaa..*dalam hati..

Alhamdulillah, satu persatu mereka sudah mulai menambah list hafalan. Disatu sisi, saya teramat senang, karena ternyata apa yang saya ajarkan selama ini diimplementasikan oleh mereka. Namun disisi lain?...oh tidak masa iyaa hafalanku hampir kekejar sama mereka sih?...

Waduh,,,Teguran nih buat pengajar khususnya saya, berarti harus lebih giat lagi menambah hafalan. Masa iya sih disamai oleh adik didik sendiri..Apa ga malu tuh?...:P
*jleeb

17.00 WIB di Pojok Istiqomah

Jumat, 15 Maret 2013

Absurd ~@.@~

" Jangan pernah kehilangan rasa syukur, betapapun terasa sempitnya hati"
Semangaaaaaat, Semua pasti akan berlalu..

-15 Maret 2013-

Kamis, 21 Februari 2013

22 February 2013

Melakukan sesuatu yang jarang bahkan belum pernah dilakukan memang akan terasa aneh. Bisa dibilang seperti itu. Seaneh percakapan aku dengan Ayah pagi ini. Yaaa, memang tak biasanya anak ini menelpon untuk berbicara langsung dengan Ayah. Biasanya memang lewat ibu kutitipkan salam rindu untuknya. 

Berbeda dengan sebagian besar kaum Ayah pada umumnya. Ayahku memang unik. Cara-cara beliau mengekspresikan cintanya pada kami selalu unik dan bikin hati jadi adeeeem. Lihatlah bahkan bisa dihitung jari jumlah komunikasi kami lewat telepon selama kurang lebih 5 tahun aku merantau ditempat ini. 

Kenapa? 
Bukan karena alasan apa, Ayahku ini bahkan tak mau mendengar suaraku langsung. Beliau selalu tak tega mengakhiri telepon jika sudah mendengar suara putrinya yang nun jauh diseberang. Butuh waktu 1, 2 minggu untuk sekedar lupa karena selalu dan selalu terngiang-ngiang dengan suara dan wajah putri kesayangannya ini. Aaah Ayah, kau memang unik sekali. Itulah yang membuatku semakin dan semakin cinta juga sangat menghormatimu. 

Begitulah Ayahku kawan...